Beberapa waktu lalu saya mencoba membuat project kecil tanpa framework. Hanya HTML, CSS, dan JavaScript biasa. Niatnya sederhana: sekadar latihan dan ingin kembali ke dasar.
Tapi jujur saja, rasanya agak aneh.
Hal-hal yang dulu terasa normal—seperti manipulasi DOM atau mengatur event—tiba-tiba terasa lebih “berat”. Bukan karena tidak bisa, tapi karena sudah lama tidak melakukannya secara manual.
Dan ternyata, saya tidak sendirian. Banyak developer modern merasakan hal yang sama.
Framework Membuat Banyak Hal Jadi Otomatis
Framework modern seperti React atau Vue.js memang dirancang untuk mempermudah banyak pekerjaan.
Contoh sederhana: update tampilan ketika data berubah.
Di React misalnya, kita cukup mengubah state, lalu UI akan otomatis ikut berubah. Kita tidak perlu lagi memikirkan bagian mana dari DOM yang harus diperbarui.
Sementara di vanilla JavaScript, kita biasanya harus melakukan langkah-langkah seperti ini:
-
mencari element dengan
querySelector -
mengubah isi element
-
memastikan event tetap berjalan
Hal yang dulu dianggap normal sekarang terasa seperti pekerjaan tambahan.
Bukan karena framework membuat kita “malas”, tapi karena framework memang menghapus banyak langkah manual.
Cara Berpikir Kita Ikut Berubah
Ketika lama menggunakan framework, cara berpikir kita juga ikut menyesuaikan.
Misalnya di React, pola yang sering dipakai adalah:
component → state → render UI
Artinya, kita lebih fokus ke bagaimana data berubah, bukan bagaimana DOM dimanipulasi.
Sedangkan di vanilla JavaScript, pendekatannya berbeda. Kita sering berpikir seperti ini:
cari element → tambahkan event → ubah DOM
Perbedaan pola ini kadang membuat developer merasa seperti harus “belajar ulang”, padahal sebenarnya hanya berpindah pendekatan.
Framework Memberi Struktur yang Jelas
Satu hal yang sering tidak disadari: framework sebenarnya membantu kita dengan struktur.
Project React misalnya biasanya punya pola yang cukup jelas:
-
components
-
pages
-
hooks
-
services
Ketika bekerja tanpa framework, semuanya kembali bebas.
Kedengarannya menyenangkan, tapi justru di sinilah kadang muncul kebingungan. Kita harus menentukan sendiri:
-
struktur folder
-
cara mengatur state
-
cara memecah kode agar tetap rapi
Kebebasan penuh ternyata tidak selalu lebih mudah.
Banyak Hal Dasar Jarang Dipakai Lagi
Ada juga faktor lain yang cukup menarik: beberapa fitur dasar JavaScript jarang kita sentuh lagi ketika memakai framework.
Misalnya:
-
DOM API
-
event bubbling
-
manipulasi element secara langsung
-
modular JavaScript tanpa tooling
Karena jarang digunakan, skill ini jadi seperti “otot yang lama tidak dipakai”. Masih ada, tapi butuh waktu sedikit untuk kembali terbiasa.
Saya sendiri merasakannya ketika harus membuat fitur sederhana seperti toggle menu tanpa bantuan framework. Dulu terasa mudah, sekarang perlu berpikir sebentar.
Bukan Berarti Framework Itu Buruk
Penting juga untuk diluruskan: framework bukan masalahnya.
Framework justru membantu developer membuat aplikasi yang lebih kompleks dengan lebih terstruktur. Tanpa framework, banyak aplikasi modern akan jauh lebih sulit dibangun.
Masalahnya biasanya muncul ketika kita terlalu lama berada di satu ekosistem dan jarang kembali ke dasar.
Framework pada akhirnya hanyalah lapisan di atas JavaScript biasa.
Kalau kita memahami fondasinya, berpindah antara framework dan vanilla JavaScript sebenarnya tidak akan terasa terlalu sulit.
Sesekali Kembali ke Dasar Itu Sehat
Karena itu, saya pribadi kadang mencoba membuat project kecil tanpa framework.
Bukan untuk mengganti workflow utama, tapi sekadar menjaga pemahaman dasar tetap tajam.
Hal sederhana seperti:
-
membuat modal
-
membuat dropdown
-
membuat fetch API sederhana
bisa jadi latihan yang bagus.
Lucunya, setelah kembali memahami bagaimana semuanya bekerja di balik layar, menggunakan framework seperti React atau Vue.js justru terasa lebih masuk akal.
Kita tidak lagi sekadar memakai tool, tapi benar-benar mengerti apa yang sedang terjadi.
Kesimpulan
Coding tanpa framework memang bisa terasa lebih berat bagi developer modern. Bukan karena kemampuan kita berkurang, tetapi karena framework sudah terbiasa menangani banyak hal secara otomatis. Ketika semua itu dilepas, kita kembali berhadapan langsung dengan detail yang sebelumnya tersembunyi.
Namun justru di situlah nilai pentingnya. Sesekali kembali ke vanilla JavaScript membantu kita memahami bagaimana semuanya benar-benar bekerja di balik layar. Bukan hanya membuat kita lebih fleksibel sebagai developer, tetapi juga membuat kita menggunakan framework dengan pemahaman yang lebih dalam—bukan sekadar mengikuti pola yang sudah disediakan.

